{"id":1217,"date":"2022-08-24T13:34:00","date_gmt":"2022-08-24T06:34:00","guid":{"rendered":"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/?p=1217"},"modified":"2024-03-16T05:22:58","modified_gmt":"2024-03-15T22:22:58","slug":"mengajarkan-anak-berbicara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/mengajarkan-anak-berbicara\/","title":{"rendered":"Terapkan 3 Pola Asuh Ini untuk Mengajarkan Anak Berbicara"},"content":{"rendered":"\n<p>Apakah kamu pernah mendengar kata <em>speech delay <\/em>yang dapat terjadi pada anak-anak? Tidak sedikit orang tua yang khawatir anak-anaknya mengalami <em>speech delay <\/em>atau gangguan komunikasi yang dapat menyebabkan anak kesulitan dalam berbicara.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak perlu panik berlebihan ya karena masih ada <strong>cara mengajari anak berbicara. <\/strong>Setelah menerapkan <a href=\"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/\">pola asuh<\/a> berikut anakmu bisa saja berbicara dengan baik dan aktif, seperti salah satu selebgram cilik yang <em>doyan <\/em>sekali berbicara dengan bahasa baku, Sabira.<\/p>\n\n\n\n<!--more-->\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kenali_Penyebab_Mengapa_Terdapat_Gangguan_Speech_Delay_Pada_Anak\"><\/span>Kenali Penyebab Mengapa Terdapat Gangguan <em>Speech Delay<\/em> Pada Anak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2><div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/mengajarkan-anak-berbicara\/#Kenali_Penyebab_Mengapa_Terdapat_Gangguan_Speech_Delay_Pada_Anak\" >Kenali Penyebab Mengapa Terdapat Gangguan Speech Delay Pada Anak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/mengajarkan-anak-berbicara\/#Bagaimana_Pola_Asuh_yang_Tepat_Untuk_Cara_Mengajari_Anak_Berbicara\" >Bagaimana Pola Asuh yang Tepat Untuk Cara Mengajari Anak Berbicara?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/mengajarkan-anak-berbicara\/#Sering_Mengajak_Berbicara\" >Sering Mengajak Berbicara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/mengajarkan-anak-berbicara\/#Sebisa_Mungkin_Hindari_Pemberian_Gadget_sejak_Usia_Dini\" >Sebisa Mungkin Hindari Pemberian Gadget sejak Usia Dini<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/mengajarkan-anak-berbicara\/#Membaca_Buku_Bersama\" >Membaca Buku Bersama<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n\n<p>Dikutip dari laman <a href=\"https:\/\/pauddikmasdiy.kemdikbud.go.id\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/pauddikmasdiy.kemdikbud.go.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pauddikmasdiy.kemdikbud.go.id<\/a>, terdapat dua macam gangguan komunikasi pada anak. Pertama adalah gangguan fungsional yang tergolong ringan karena disebabkan oleh pola asuh yang kurang tepat dan kurang stimulasi. Kedua adalah gangguan non-fungsional yang dapat disebabkan dari autisme ataupun ADHD (<em>Attention Deficit Hyperactivity Disorder<\/em>) pada anak.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pola-Asuh-utk-Mengajarkan-Anak-Berbicara-1024x576.png\" alt=\"3 pola asuh mengajarkan anak berbicara\" class=\"wp-image-1691\" srcset=\"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pola-Asuh-utk-Mengajarkan-Anak-Berbicara-1024x576.png 1024w, https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pola-Asuh-utk-Mengajarkan-Anak-Berbicara-300x169.png 300w, https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pola-Asuh-utk-Mengajarkan-Anak-Berbicara-768x432.png 768w, https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pola-Asuh-utk-Mengajarkan-Anak-Berbicara-1536x864.png 1536w, https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pola-Asuh-utk-Mengajarkan-Anak-Berbicara-2048x1152.png 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pola asuh mendidik anak berbicara dengan baik<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Penyebabnya pun sangat beragam. Anak yang menderita gangguan komunikasi fungsional akibat dari pola asuh yang tidak tepat, seperti orang tua yang kurang berkomunikasi dengan anak dan sering memberikan anak <em>gadget <\/em>sehingga dia tidak tumbuh sebagai anak yang aktif.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk tipe kedua, <em>speech delay <\/em>bisa disebabkan dari adanya gangguan pendengaran karena infeksi saat hamil, kelainan bawaan, pengaruh obat yang dikonsumsi Ibu saat hamil, dan lain-lain. Selain itu juga bisa disebabkan kelainan organ bicara, autisme, dan hambatan pada otak dan saraf.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Pola_Asuh_yang_Tepat_Untuk_Cara_Mengajari_Anak_Berbicara\"><\/span><a><\/a>Bagaimana Pola Asuh yang Tepat Untuk Cara Mengajari Anak Berbicara?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa <strong>cara mengajarkan anak berbicara <\/strong>yang bisa orang tua aplikasikan dalam kegiatan sehari-hari supaya anak bisa berbicara dengan aktif, jelas, dan juga tidak takut menyampaikan pendapatnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sering_Mengajak_Berbicara\"><\/span><strong>Sering Mengajak Berbicara<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ibu bisa mengajak anak untuk berbicara bahkan sejak dalam kandungan, loh. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa bayi sudah bisa mendengar suara Ibu sejak dalam kandungan dan bisa merasakan sentuhan yang Ibu berikan ketika mengelus perut. Sering-seringlah untuk bercerita apa pun dengan calon buah hati sebagai latihan berbicara kepada anak saat nanti dia lahir.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada usia 0-6 bulan, Ibu dan Ayah harus sering-sering mengajak mereka berbicara dengan melihat ke arah bola mata si bayi. Lakukan dengan suara-suara yang lembut atau sambil bernyanyi ketika sedang memandikan, memakaikan <em>skincare<\/em> dan baju.<\/p>\n\n\n\n<p>Di usia 6-12 bulan, mulailah mengajaknya berbicara dengan tambahan berbagai gerakan agar menarik perhatiannya. Nah, bagi para orang tua, usahakan untuk selalu berbicara dengan bahasa yang baik dan benar dan tidak dibuat-buat seperti anak bayi, ya.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar nantinya anak bisa berbicara dengan bahasa yang jelas. Bahkan kalau mau, kenalkanlah mereka dengan bahasa-bahasa baku sejak dini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sebisa_Mungkin_Hindari_Pemberian_Gadget_sejak_Usia_Dini\"><\/span><strong>Sebisa Mungkin Hindari Pemberian <\/strong><em><strong>Gadget <\/strong><\/em><strong>sejak Usia Dini<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Cara mengajari anak berbicara <\/strong>selanjutnya adalah sebaiknya menghindari pemberian <em>gadget<\/em> sejak dini. Hal ini menjadi tantangan yang cukup besar bagi para orang tua di era sekarang. Kuncinya adalah selalu melatih kesabaran dalam mendidik anak.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak orang tua yang kalah dengan emosi dan akhirnya memberikan anak <em>gadget <\/em>supaya bisa <em>anteng<\/em>. Pemberian <em>gadget <\/em>yang berlebihan tentu akan berdampak pada proses berbicara anak yang hanya melakukan aktivitas satu arah.<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakanlah <em>gadget <\/em>pada waktu yang tepat dan disiplin dalam menggunakannya, misalnya seperti sekali dalam seminggu ketika sedang <em>weekend<\/em>. Sering-seringlah untuk mengajak anak bermain agar <em>bonding <\/em>antara orang tua dan anak bisa terjalin dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Membaca_Buku_Bersama\"><\/span><strong>Membaca Buku Bersama<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Membaca buku bersama juga bisa menjadi <strong>cara mengajari anak berbicara <\/strong>yang menarik. Selain dapat melatih anak untuk berbicara, kegiatan membaca bersama dapat meningkatkan minat anak untuk membaca.<\/p>\n\n\n\n<p>Pilihlah buku-buku bacaan tentang kisah-kisah seseorang ataupun dongeng, yang membuat orang tua dan anak terlibat aktif di dalamnya. Setelah membaca bersama, orang tua bisa membuka sesi tanya jawab terhadap apa yang dipikirkan olehnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut efektif dilakukan sebagai <strong>cara mengajari anak berbicara<\/strong>. Selain itu pula, orang tua bisa melatih daya pikir anak dan juga melatih anak untuk berani mengungkapkan pendapatnya terhadap suatu kejadian.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Cara mengajari anak berbicara <\/strong>perlu dipelajari bahkan sejak anak masih ada di dalam kandungan. Ingat bahwa sejatinya anak sangat membutuhkan panduan dari orang tuanya. Oleh karena itu, sebisa mungkin apa pun kegiatan anak, orang tua perlu mendukung dan terus membersamainya di berbagai kesempatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu akan terbawa hingga anak besar nanti.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber :<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.sehatq.com\/artikel\/ini-dia-cara-melatih-anak-berbicara-yang-patut-dicoba\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.sehatq.com\/artikel\/ini-dia-cara-melatih-anak-berbicara-yang-patut-dicoba<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.orami.co.id\/magazine\/cara-melatih-anak-berbicara\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.orami.co.id\/magazine\/cara-melatih-anak-berbicara<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-bp-paud-dan-dikmas-diy wp-block-embed-bp-paud-dan-dikmas-diy\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/pauddikmasdiy.kemdikbud.go.id\/artikel\/penyebab-speech-delay-atau-keterlambatan-bicara-pada-anak\n<\/div><\/figure>\n<div class=\"eduka-after-content\" style=\"text-align: center;\" id=\"eduka-2871887095\"><div id=\"eduka-999241028\" style=\"margin-left: auto;margin-right: auto;text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/s.id\/Hvtmx\" aria-label=\"Blog-Banner-560&#215;315-px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Blog-Banner-560x315-px.gif\" alt=\"\"  width=\"560\" height=\"314\"  style=\"display: inline-block;\" \/><\/a><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu pernah mendengar kata speech delay yang dapat terjadi pada anak-anak? Tidak sedikit orang tua yang khawatir anak-anaknya mengalami speech delay atau gangguan komunikasi yang dapat menyebabkan anak kesulitan dalam berbicara. Tidak perlu panik berlebihan ya karena masih ada cara mengajari anak berbicara. Setelah menerapkan pola asuh berikut anakmu bisa saja berbicara dengan baik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1691,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[116],"tags":[132,130,131],"class_list":["post-1217","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-mengajarkan-anak-berbicara","tag-pola-asuh","tag-speech-delay"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1217","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1217"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1217\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8978,"href":"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1217\/revisions\/8978"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1691"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1217"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1217"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-edukasi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1217"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}